Setelah itu ia duduk berbincang-bincang denganku. Hingga ketika matahari hampir tenggelam, berkumpul banyak antelop (sejenis kijang) di sekitarnya. Ia kemudian menangkap satu ekor, dan memerah susunya hingga wadah tersebut penuh susu. Setelah itu ia melepaskannya.
Bismillahirrahmanirrahim. Ibadah qurban adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah Ta’ala sekaligus wujud rasa [Selengkapnya...]
INFO TERKAIT
Headlines
Blog
<strong>Uang Misterius</strong>
Ketika tiba waktu makan malam, aku memperhatikannya. Namun, aku tidak melihat apa-apa bersamanya. Setelah itu ia mengusap tangannya di atas sebuah tiang, lalu tiba-tiba ada sesuatu yang menempel diatas tangannya. Lalu ia menyerahkannya kepadaku. Ternyata itu adalah uang dirham, yang tidak seperti uang dirham pada umumnya.
<strong>Berhaji Saat Terlilit Hutang, Sahkah?</strong>
Orang yang berhaji sedangkan ia memiliki hutang, maka hajinya tetap diterima, karena bersihnya seseorang dari tanggungan hutang bukanlah syarat sahnya haji. Namun, kami mengatakan: barangsiapa yang memiliki hutang yang telah jatuh tempo, maka hendaklah ia menunaikannya sebelum berangkat haji. Karena membayar hutang hukumnya lebih wajib daripada melaksanakan kewajiban haji.
Da’i Islam Suku Ghifar, Sahabat Abu Dzar Al Ghifari
Abu Dzar mempersiapkan bekal untuk berangkat. Ia membawa tempat air kecil bersamanya. Keesokan harinya ia berangkat menuju Mekkah untuk bertemu dengan Nabi Saw dan mengetahui kisah kenabian Beliau langsung darinya. Abu Dzar tiba di Mekkah dengan diam-diam karena khawatir akan kejahatan penduduknya. Ia telah mendengar kemarahan Quraisy dalam membela tuhan-tuhan mereka dan penyiksaan mereka terhadap orang yang mengaku sebagai pengikut Muhammad Saw.
<strong>Membelikan Rumah Di Surga</strong>
Sekembalinya dari Mekah, laki-laki Khurasan yang menitipkan uang itu menemui Habib, dan berkata, “Wahai Abu Muhammad, aku adalah pemilik uang 10.000 dirham itu. Aku tidak tahu apakah kamu sudah membelikan rumah untuk kami, atau kamu akan mengembalikan uangku itu untuk aku belikan sendiri.” “Aku telah membelikan sebuah rumah untukmu. Di dalam komplek rumah itu ada istana lengkap dengan aneka pohon, buah-buahan, dan sungai yang mengalir,” jawab Habib





