Motivasi Salaf

Uang Misterius

Ketika tiba waktu makan malam, aku memperhatikannya. Namun, aku tidak melihat apa-apa bersamanya. Setelah itu ia mengusap tangannya di atas sebuah tiang, lalu tiba-tiba ada sesuatu yang menempel diatas tangannya. Lalu ia menyerahkannya kepadaku. Ternyata itu adalah uang dirham, yang tidak seperti uang dirham pada umumnya.

Fatwa Syaikh Utsaimin

Berhaji Saat Terlilit Hutang, Sahkah?

Orang yang berhaji sedangkan ia memiliki hutang, maka hajinya tetap diterima, karena bersihnya seseorang dari tanggungan hutang bukanlah syarat sahnya haji. Namun, kami mengatakan: barangsiapa yang memiliki hutang yang telah jatuh tempo, maka hendaklah ia menunaikannya sebelum berangkat haji. Karena membayar hutang hukumnya lebih wajib daripada melaksanakan kewajiban haji.

Mengenal Sahabat Nabi

Da’i Islam Suku Ghifar, Sahabat Abu Dzar Al Ghifari

Abu Dzar mempersiapkan bekal untuk berangkat. Ia membawa tempat air kecil bersamanya. Keesokan harinya ia berangkat menuju Mekkah untuk bertemu dengan Nabi Saw dan mengetahui kisah kenabian Beliau langsung darinya. Abu Dzar tiba di Mekkah dengan diam-diam karena khawatir akan kejahatan penduduknya. Ia telah mendengar kemarahan Quraisy dalam membela tuhan-tuhan mereka dan penyiksaan mereka terhadap orang yang mengaku sebagai pengikut Muhammad Saw.

Motivasi Salaf

Membelikan Rumah Di Surga

Sekembalinya dari Mekah, laki-laki Khurasan yang menitipkan uang itu menemui Habib, dan berkata, “Wahai Abu Muhammad, aku adalah pemilik uang 10.000 dirham itu. Aku tidak tahu apakah kamu sudah membelikan rumah untuk kami, atau kamu akan mengembalikan uangku itu untuk aku belikan sendiri.” “Aku telah membelikan sebuah rumah untukmu. Di dalam komplek rumah itu ada istana lengkap dengan aneka pohon, buah-buahan, dan sungai yang mengalir,” jawab Habib

Motivasi Salaf

Lelaki Berhati Mulia

Aku dan beberapa orang yang berada dalam kantor itu merasa aneh. Karena kebiasaan penghuni kantor tersebut, baik orang-orang dewasa maupun anak-anak, mereka tidak pernah berdiri untuk menyambut kedatangan siapa pun di antara hamba Allah. Ternyata ayah menyadari keheranan kami. Ayah kemudian berkata, “Wahai putraku. Jika sudah sepi, engkau boleh bertanya mengapa ayah berdiri untuk menyambut kedatangan laki-laki tadi.”

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.