“Saya telah memaafkannya, dan juga mengampuni kesalahannya. Bahkan saya juga membebaskannya. Mengenai uang tiga ribu dinar yang telah diambilnya, sudah saya berikan kepadanya. Bahkan, saya akan memberinya lagi uang tambahan sebesar tiga ribu dinar.” Jawabnya.
Penulis: Muhammad Shofwan
Kapan Thowaf Wada’ Tidak Perlu Dilakukan?
Apakah thawaf ifadhah dapat mengganti thawaf wada? Kami thawaf haji dan sa’i, lalu pergi ke Jeddah dan Madinah di hari yang sama ketika kami keluar dari Masjidil Haram. Dan kami tidak melaksanakan thawaf wada’. Teman-teman yang bersama kami mengatakan thawaf ifadhah sudah mencukupi thawaf wada’?
Menjawab Salam Orang Kafir
Dari Ibrahim bin Maqbul, ia bertanya kepada Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin: “Jika datang kepada anda seorang kafir, lalu ia mengucapkan salam, apakah boleh anda menjawabnya dengan ‘wa alaikassalam’. Atau, bagaimanakah cara menjawab yang benar? Dan apakah boleh anda memulai mengucapkan salam?”
Kejernihan Hati Imam Ahmad Bin Hanbal
Wahai Abu Abdillah, biasanya orang yang telah mendapatkan penganiayaan dari orang lain, ia akan mendoakan buruk orang yang menganiayanya. Tapi aku melihat dirimu mendoakan baik kepada Mu’tashim.” lmam Ahmad menjawab, “Aku juga memikirkan seperti apa yang kamu ucapkan. la adalah keturunan paman Rasulullah ﷺ. Aku tidak ingin saat di Hari Kiamat nanti, aku datang dengan membawa permusuhan terhadap salah seorang dari kerabat Rasulullah ﷺ. Aku sudah memaafkannya.
Menerapi Gaya Hidup Islami Meskipun Belum Muslim. Kisah Sahabat Zaid Al Khair
Sang penunggang kuda berkata: “Apakah engkau mengira bahwa aku akan menyiksamu padahal engkau telah minum dan makan bersama bapakku?, dan engkau telah membuatnya bersedih pada malam itu?” Begitu aku mendengar nama bapaknya maka aku langsung bertanya: “Apakah engkau adalah Zaid Al Khail?” Ia menjawab: “Benar!.”
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.





