Ahli Sedekah Salah Sasaran

Dikisahkan, ada seseorang yang gemar melakukan amalan sedekah. suatu hari, orang ini bertekad untuk bersedekah pada malam harinya

“Aku akan Bersedekah Malam Ini..” ucap Lelaki tersebut

setelah berkata demikian, lelaki tersebut pergi dari rumahnya, dengan membawa harta yang akan ia sedekahkan. setelah berkeliling, ia melihat seorang pria, yang tampak sangat membutuhkan. Pada Akhirnya, ia memutuskan untuk memberikan hartanya kepada orang tersebut.

Setelah itu, ada rasa bahagia dari hatinya, karena telah berhasil melakukan suatu amalan kebaikan.

namun, pada keesokan paginya, ia mendengar desas-desus tetangganya, bahwa ada seseorang yang telah bersedekah kepada seorang pencuri, tadi malam. ia pun kaget bukan main, karena ia yakin, seseorang yg dimaksud itu ialah dirinya. ia pun merasa resah, khawatir amalan sedekahnya itu sia-sia karena diberikan kepada orang yang tidak tepat.

“Ya Allah, Hanya pada-Mu lah segala kebaikan, aku akan bersedekah lagi malam ini.”

pada malam harinya, lelaki tersebut kembali berkeliling, dan kembali mendapatkan seorang wanita yang menurutnya sangat membutuhkan. lelaki tersebut pun memberikan sedekahnya kepadanya.

pada keesokan harinya, ia kembali mendengar desas-desus dari tetangganya, bahwasannya tadi malam ada sedekah yang diberikan kepada seorang Pezina. “Sedekahku jatuh kepada tangan seorang pezina”

“Ya Allah, Hanya pada-Mu lah segala kebaikan, aku akan bersedekah lagi malam ini.”

pada malam harinya, ia kembali berkeliling, dan kembali menemukan seseorang yang menurutnya pantas untuk menerima sedekah. maka ia pun bersedekah kepada orang tersebut. keesokan harinya, kembali terdengar kabar, bahwa tadi malam ada sedekah yang diberikan kepada orang kaya.

Setelah merasa lelah, ia tertidur dan bermimpi seseorang mendatanginya sembari berkata;

‚ÄúSedekahmu kepada pencuri, mudah-mudahan dapat mencegah si pencuri dari perbuatannya. Infakmu kepada pezina, mudah-mudahan dapat mencegahnya berbuat zina kembali. Sedangkan sedekahmu kepada orang kaya, mudah-mudahan dapat memberikan pelajaran baginya agar menginfakkan harta yang diberikan Allah kepadanya”.
Sumber: Disarikan dari sebuah hadis Bukhari (No. 1421) dalam Shahih Bukhari dan Sunan Abi Daud.

Tinggalkan komentar