Ikrimah bergabung dengan pasukan dakwah sebagai seorang penunggang kuda yang berani di medan laga. Dia menjadi seorang yang amat kuat beribadah, selalu membaca Kitabullah di masjid-masjid. Ia pernah menaruh Al-Qur’an di wajahnya sambil berkata: “Inilah kitab Tuhanku… kalam Tuhanku.. dan ia menangis karena takut kepada Allah.
“Dia adalah Pemuda Pemilik Lisan yang Senantiasa Bertanya dan Hati yang Berakal”(Umar bin Khattab) Dia adalah [Selengkapnya...]
INFO TERKAIT
Kategori: Mengenal Sahabat Nabi
Sang Pencari Kebenaran, Sahabat Salman Al Farisi
Aku mendekat ke arah Beliau. Beliau lalu bersabda kepada para sahabatnya: “Makanlah oleh kalian!” Ia tidak menggerakkan tangannya dan memakan kurma bawaanku. Aku berkata dalam hati: “Inilah sebuah tandanya!” Kemudian aku kembali ke rumah dan aku kumpulkan beberapa buah kurma. Begitu Rasulullah Saw berangkat dari Quba menuju Madinah, aku menghampiri Beliau sambil berkata: “Aku perhatikan bahwa engkau tidak makan harta sedekah dan ini adalah hadiah yang aku bawakan buatmu.” Lalu Beliau memakannya dan menyuruh para sahabatnya untuk makan bersama Beliau. Lalu aku berkata dalam diri: “Inilah tanda yang kedua!”
Sahabat Yang Menjadi Qari Al-Qur’an Pertama, Kisah Abdullah Bin Mas’ud
bdullah bin Mas’ud tidak hanya pandai, mengerti Al Qur’an, taat beribadah dan zuhud saja; akan tetapi ia bahkan adalah sosok yang kuat, tegar, mujahid yang pantang mundur jika berperang. Dalam hal ini sebagi buktinya cukup dengan pernyataan bahwa dia adalah muslim pertama di muka bumi setelah Rasul ﷺ yang berani membacakan Al Qur’an dengan terang-terangan.
Kepercayaan Ummat Ini, Sahabat Abu Ubaidah Ibn Al Jarrah
“Setiap Ummat Memiliki Orang yang Amin (Terpercaya), dan Amin Ummat ini Adalah Abu Ubadah” ~Rasulullah [Selengkapnya…]
Orang Pertama yang Bergelar Amirul Mukminin, Kisah Abdullah Bin Jahsy
Ketika Orang-orang Quraisy mengambil rumahnya di Mekkah, Rasulullah Saw bertanya kepadanya: “Apakah engkau tidak rela, ya Abdullah jika Allah Swt akan menggantikannya dengan sebuah istana di surga?” Ia menjawab: “Tentu, saya rela ya Rasulullah!” Rasul bersabda: “Nah.. begitulah!” Maka menjadi tenanglah jiwa dan hati Abdullah.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.


